Al-Maahira IIBS Malang Melaksanakan Ujian Tahfidz untuk Meningkatkan Kualitas Hafalan Al-Quran Santriwati

Al-Maahira IIBS Malang Melaksanakan Ujian Tahfidz untuk Meningkatkan Kualitas Hafalan Al-Quran Santriwati

Sekolah Al-Maahira IIBS Malang ialah lembaga pendidikan berfokus pada pendidikan agama Islam yang berpegang pada Al-Quran dan Sunnah. Ujian tahfidz ini yang dilaksanakan pada tanggal 28 Oktober 2023 merupakan bagian program dari pendidikan agama yang diajarkan di Al-Maahira, dimana peserta ujian tahfidz  diikuti oleh 147 santriwati kelas XII dan 2 panitia dari ustadzah dan 47 panitia dari OSMAA. Ujian tahfidz ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas hafalan Al-Quran santriwati dan memastikan para santriwati menguasai Al-Quran dengan baik.

Al-Maahira merupakan salah satu boarding school yang terkenal di Malang Raya karena pendekatan mereka dalam pengajaran Al-Quran. Selain mengajarkan keterampilan membaca dan memahami Al-Quran, Al-Maahira juga memberikan penekanan yang kuat pada hafalan Al-Quran. Mereka percaya bahwa dengan menghafal Al-Quran, santriwati akan memiliki hubungan yang lebih erat dengan Al-Qur’an dan akan terus membawa nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan pribadi santriwati.

Al-Maahira IIBS Malang Melaksanakan Ujian Tahfidz untuk Meningkatkan Kualitas Hafalan Al-Quran Santriwati_1
Tekan Gambar Untuk Melihat Detail

Ujian ini merupakan bagian dari program pendidikan mereka dimana santriwati wajib mengikuti ujian sebagai evaluasi kemampuan hafalan mereka. Ujian tahfidz ini berlokasikan di tiga tempat yakni Terra hall Ummu Kultsum, Mushola gedung Ummu Kultsum dan Mushola gedung Zainab. Pelaksanaan ujian tahfidz dilakukan dengan standar yang tinggi dimana masing-masing peserta diberikan waktu 5 menit untuk 2 pertanyaan yang harus dijawab sehingga peserta santriwati harus benar-benar menguasai baik dari segi hafalan mereka, para juri memberikan penilaian dalam sejumlah keriteria, diantaranya dari segi kelancaran saat sambung ayat, kualitas bacaan santri dari tartil dan tajwidnya.

Para santri yang mengikuti ujian tahfidz, sebelumnya harus melalui tahsin selama 3 bulan untuk dipantau cara membaca Al-Qur’an sudah secara tartil, tajwidnya, dan hafalan surat-surat Al-Quran. Selama Tahfidz dilaksanakan, Para Santriwati diberikan target dengan penentuan jumlah ayat yang harus dihafal oleh setiap santri sesuai dengan kemampuan masing-masing. Hal ini dilakukan untuk memastikan bahwa santriwati tidak merasa terlalu tertekan dan dapat mencapai target hafalan mereka dengan lebih baik.

Selain mendapat bimbingan dan berbagai trik menghafal, para santriwati juga memiliki trik dan strategi tersendiri untuk bisa mencapai target-target hafalan selama beberapa bulan sebelum pelaksanaan ujian tahfidz berlangsung, seperti membuat target capaian untuk hafalan Al-Qur’an dimulai dari ziyadah hafalan dalam beberapa waktu yang ditentukan kemudian dilanjut dengan muroja’ah hafalan. Beberapa santri juga mencari tempat yang sepi dan kondusif selama halaqoh, mempersiapkan diri secara mental maupun emosional, mempersiapkan hafalan dengan cara sambung ayat, tidak memaksakan diri ketika hafalan dan yang terakhir dengan mendengarkan hal-hal positif berupa support baik dari keluarga, para ustadzah maupun teman-teman.

Setelah proses belajar intensif, tiba saatnya ujian tahfidz diadakan. Ujian ini dilakukan secara individu, di mana setiap santriwati diberi kesempatan untuk menunjukkan kemampuan hafalan mereka. Selama ujian, santriwati diminta untuk menyambung ayat yang dibacakan penguji dengan cara membaca hafalan ayat-ayat Al-Quran secara hafalan dengan tartil, baik dan benar. Mereka juga dinilai berdasarkan kemampuan mereka dalam menerapkan aturan tajwid dengan tepat.

Pada akhirnya, hasil ujian tahfidz akan dinilai dan dikomunikasikan kepada santriwati dan orang tua mereka. Hasil ini memberikan umpan balik yang berguna bagi santriwati dalam mengevaluasi kemampuan hafalan mereka. Selain itu, hasil ujian tahfidz ini juga digunakan oleh sekolah untuk menentukan langkah-langkah pembinaan dan pengembangan selanjutnya untuk meningkatkan kualitas hafalan santriwati.

Al-Maahira telah berhasil menciptakan lingkungan pendidikan yang memprioritaskan kualitas hafalan Al-Quran santriwati melalui implementasi ujian tahfidz dengan penekanan yang kuat pada hafalan Al-Qur’an. Sekolah ini telah berhasil melahirkan generasi muda yang memiliki pengetahuan dan pemahaman yang mendalam tentang Al-Qur’an. Para santriwati Al-Maahira tidak hanya menjadi hafidzah yang baik tapi juga mampu mengaplikasikan nilai-nilai Al-Quran dalam kehidupan sehari-hari.